Tampilkan postingan dengan label kista. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kista. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 April 2017

Kista Ovarium

-----sekilas info tentang Kista Ovarium----- 

PENGERTIAN KISTA OVARIUM
Kista ovarium adalah kantong berisi cairan yang terbentuk di dalam ovarium. Tiap wanita memiliki dua indung telur (ovarium), satu di bagian kanan dan satu lagi di kiri rahim. Ovarium yang berukuran sebesar biji kenari ini merupakan bagian dari sistem reproduksi wanita.

Organ ini berfungsi untuk menghasilkan sel telur tiap bulan (mulai dari masa pubertas hingga menopause) serta memproduksi hormon estrogen dan progesteron. Fungsi ovarium terkadang dapat mengalami gangguan dan kista termasuk jenis gangguan yang sering terjadi.



Kista ovarium terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu kista fungsional dan patologis.

1. Kista Fungsional
Kista fungsional muncul sebagai bagian dari siklus menstruasiKista yang paling umum terjadi ini cepat hilang dengan sendirinya dan tidak berbahaya. Kista fungsional bisa terbagi menjadi dua jenis yaitu kista corpus luteum dan kista follikel.

2. Kista Patologis
Kategori kista ini tidak berhubungan dengan siklus menstruasi dan muncul akibat adanya pertumbuhan sel yang tidak normal. Sebagian kecil kista ini bisa bersifat kanker. Kista Patologis dibagi lagi menajdi dua jenis yaitu kista dermoid dan adenoma.

Gejala Kista Ovarium
Cukup banyak wanita yang pernah memiliki kista ovarium. Namun, kista umumnya tidak menyebabkan gejala dan dapat hilang sendiri dalam beberapa bulan. Meskipun demikian, kista yang berukuran besar atau pecah berisiko mengakibatkan gejala serius sehingga perlu ditangani melalui operasi. Beberapa gejala kista ovarium antara lain sbb:
  • Menstruasi yang tidak teratur atau berubah.
  • Pendarahan yang lebih banyak dari biasanya pada saat menstruasi
  • Nyeri pada tulang panggul beberapa saat sebelum atau setelah menstruasi.
  • Nyeri pada tulang panggul saat berhubungan seks.
  • Sering buang air kecil.
  • Muntah, mual, dan payudara menjadi sensitif seperti saat hamil.
  • Sulit buang air besar.
  • Proses pencernaan yang tidak lancar.
  • Perut terasa kembung.
  • Lebih cepat merasa kenyang dibanding biasanya.
  • Limbung atau pusing.

Penyebab Penyakit Kista diantara lainnya bisa karena faktor genetik, konsumsi obat subur, merokok, menopause dan kanker payudara.

Meskipun beberapa wanita tidak akan merasakan gejala apapun, beberapa jenis kista ovarium bisa jadi bersifat ganas. Hal ini terutama mungkin terjadi apabila kista baru tumbuh setelah wanita melewati masa menopause. Maka dari itu, pemeriksaan rahim rutin perlu dilakukan meskipun Anda tidak merasakan gejala apapun untuk menghindari beberapa komplikasi seperti Kista yang semakin membesar dapat menyebabkan ovarium bergeser dari posisi yang seharusnya, sehingga risiko ovarium untuk terplintir akan semakin meningkat. Kondisi terplintirnya ovarium ini disebut dengan torsi ovarium. selain itu pecahnya kista, yang akan menimbulkan rasa nyeri dan perdarahan hebat dalam perut.

DIAGNOSIS KISTA OVARIUM
Jika terdapat indikasi adanya kista ovarium, Anda akan dirujuk ke dokter spesialis ginekologi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sebelum menjalani USG dan pemeriksaan darah spesifik, dokter akan memeriksa organ intim dan sekitar perut bawah untuk keberadaan kista.
Setelah pemeriksaan fisik, USG akan dilakukan untuk memastikan keberadaan, letak, dan ukuran kista. Selain itu, cairan kandungan kista juga bisa terlihat melalui USG. Jika kista yang terdeteksi mengandung lebih banyak zat padat daripada cairan, tes darah akan dianjurkan. USG bisa dilakukan di atas perut atau bisa dimasukkan ke dalam vagina untuk gambar yang lebih jelas.

Jika Anda mengidap kista berukuran besar yang terus berkembang atau yang menyebabkan gejala, dokter spesialis ginekologi biasanya akan menganjurkan Anda untuk menjalani operasi. Operasi pengangkatan kista berukuran kecil bisa dilakukan dengan operasi ‘lubang kunci’ atau laparoskopi. Sedangkan untuk kista yang besar atau yang diperkirakan mengandung sel abnormal, operasi dengan sayatan lebih besar atau laparotomi akan dilakukan.




Semua operasi pasti memiliki risiko, termasuk operasi pada kista ovarium. Jika komplikasi terjadi, pasien perlu menemui dokter

Dampak Penanganan Kista pada Kesuburan
Kista sering dinilai dapat mengganggu kesuburan seorang wanita. Anggapan ini tidak sepenuhnya benar karena kebanyakan kista dapat diangkat dengan mudah tanpa mengganggu organ reproduksi wanita. Walau demikian, ada prosedur operasi yang dapat mempengaruhi kesuburan.
Operasi pengangkatan ovarium sepenuhnya akan dianjurkan jika kista yang terdeteksi Berukuran sangat besar sehingga membungkus seluruh ovarium dan tuba falopi. Serta Kemungkinan besar bersifat ganas.
Pengangkatan satu ovarium memang akan sedikit mempengaruhi tingkat kesuburan. Tetapi ovarium yang tersisa akan terus memproduksi hormon dan sel-sel telur sehingga kemungkinan Anda untuk hamil dan memiliki anak tetap ada.
Berbeda halnya jika pengangkatan kedua ovarium dilakukan. Ini akan memicu menopause dini dan meniadakan kemungkinan Anda untuk memiliki anak. Pengangkatan kedua ovarium bersama dengan rahim dan jaringan sekitarnya dilakukan jika kista terbukti mengandung sel kanker ganas.

Pantangan Penderita Penyakit Kista:

§  Hindari makanan sawi putih dan kangkung

§  Minuman alkohol

§  Daging

§  Hindari buah nanas, durian dan nangka

 

Cara mencegah penyakit kista ovarium atau pun penyakit kista jenis lainnya sangat mudah, antara lain:
§  Konsumsi sayur dan buah
§  Memperbanyak asupan antioksidan
§  Olahraga
§  Kurangi makanan berlemak jenuh

 

Untuk mengatasi penyakit kista ovarium pada saat kista masih pada ukuran yang kecil, sehingga akan lebih mudah dan lebih cepat untuk penyembuhan nya. obat herbal yang dapat di gunakan sebagai berikut :
§  Teripang
§  Daun dewa
§  Kulit manggis
§  Kunyit putih
§  Teh hijau

     intinya sebagai wanita yang tubuhnya sangat rentan terkena penyakit khususnya di organ reproduksi, selain gaya hidup sehat, pola makan benar dan bebas stress, diperlukan juga periksa berkala. karena mencegah lebih baik daripada mengobati.

    untuk rekomendasi rumah sakit dan dokter bisa di RSPP (Dr. Zulkarnain, Dr Erwinsyah, Dr. Alwin, Dr. Ernawan, Dr Triana Ismelia), RS Bunda di Menteng, Rs. Woman & Children Brawijaya.

#salamsehat

Medical History part 2 (Operasi Kista)

kejadiannya udah lebih dari satu dekade yang lalu tapi masih teringat sebagai pengalaman once in a lifetime.

sekitar tahun 2004, suatu hari sepulang dari les LIA, perut gw tiba tiba sakit banget, mules gak tertahankan, keringet dingin pun keluar, posisi serba salah berdiri salah duduk salah, sangking gak sanggupnya gw sampe pulang pake taksi. kebetulan orangtua lagi pergi haji, jadi cuma bisa ngadu lewat telepon, anjurannya untuk ke IGD dulu, belum bisa bawa mobil jadi minta supirin sama tetangga. sampai di IGD dipegang pegang perutnya sama dokter jaga, di kasih obat penghilang sakit dan surat rujukan untuk konsultasi ke dokter spesialis.

besoknya diantar sama om dan tante ke rspp untuk ketemu spesialis penyakit dalam, setelah pemeriksaan fisik, dokter spesialis menyarankan untuk konsul dengan spesialis kandungan karena dokter spesialis penyakit dalam bilang ada seperti benjolan di perut bagian bawah dan perut bagian bawah itu organ reproduksi wanita. sumpah gw kaya disambar petir, ada apa dengan organ reproduksi gw, ada masalah apa, ya Allah semoga tidak ada apa apa.

pasrah begitulah perasaan gw pada saat itu, sangking pasrahnya dan udah gak tahan lagi sakitnya, ketika perawat mengajukan pertanyaan "mba sudah menikah?" gw jawab
"iya sus"

" hari ini dokter yang praktik kebetulan tidak ada yang perempuan semua laki-laki, karena nanti diperiksanya harus lepas baju / celana, karena kemungkinan akan dilakukan pemeriksaan USG, jika sudah menikah dari vagina, jika belum dari dubur" suster menjelaskan.

what?? horor banget either dari vagina or dari dubur gw gak bisa bayangin itu sakitnya, tapi udah gak tahan lagi ya udah gw jawab dengan pasrah. karena faktanya dokter spesialis kandungan memang rata-rata laki-laki.

" iya sus, gak apa apa dokter laki laki juga, saya sudah gak tahan dan gak sanggup balik lagi ke sini besok-besok. yang penting dokternya yang bagus"

" iya ini saya kasih berkasnya ke dokter zulkarnain ya, beliau dokter senior." balas sang perawat

menunggu sebentar untuk nama kita di panggil ke dalam ruangan dokter, tiba lah giliran gw. Dr. Zulkarnain Hamid SpOG nama lengkapnya, usia mungkin sekitar 50 something, kesan pertama sih agak dingin ya, karena gak banyak ngomong.

pertama di tanya apa haid teratur (seinget gue sih pernah waktu sma gak haid sampe 4 bln), terus di tanya sakitnya gimana, apakah menjelang haid saja dsb. lalu dokter suruh gue terlentang, dia angkat baju guje dan pelorotin celana gue dan celana dalam gue setengah, dia pegang pegang perut bagian bawah gue, terus bilang "kita USG ya biar lbh jelas ini terasa ada benjolan di sekitar rahim"

masih dengan pasrah gw ngangguk dan bilang "iya dok"

gue pikir bakalan USG lewat dubur seperti yang perawat bilang tetapi ternyata USG nya dari atas perut aja kaya ibu-ibu hamil lagi USG buat liat perkembangan bayi, tapi gue buat liat penyakit. selama pemeriksaan dokter cuma bergumam "hmmm wah ini udah besar ya"

setelah pemeriksaan USG, dokter menjelaskan bahwa ada benjolan di sekitar indung telur yang ukurannya sudah besar yaitu 21cmx7cmx7cm kemungkinan ini kista, tapi perlu test lab dari sample darah untuk memastikan jenis kistanya.

gw cuma bisa pasrah dan gak punya gambaran apa itu penyakit kista. lalu setelah tes darah dan positif kalo gw mengidap kista ovarium, karena ukuran kista yang sudah besar dan resiko bisa pecah makanya harus dilakukan tindakan operasi namun efeknya ovarium sebelah kiri gw juga harus ikut di angkat karena kista nya sudah menutupi ovarium tersebut.

malamnya ngabarin ortu, dan mereka minta klo bisa operasinya tunggu mereka pulang dari haji. dokter zulkarnain bilang bisa. sebelum operasi gue dan ortu juga cari second opinion, ke dokter kandungan lain di RS Bunda - Menteng, di USG, terus tes darah, hasilnya sama Kista ovarium yang sudah besar dengan ukuran 21cm. sempet juga dianjurkan pengobatan alternatif, tapi gw gak yakin karena ukurannya sudah besar, kalau masih kecil mungkin akan gue coba. sampai timbul kekhawatiran untuk tidak bisa memiliki anak. tapi dokter bilang, "bu buat anak itu kekuasaaan Allah, dan tidak bisa wanita saja yang harus sehat, laki-lakinya juga harus sehat. lagipula ovarium diciptakan Allah dua, kanan dan kiri, jadi meski sudah di angkat yang sebelah kiri nanti kan masih ada yang sebelah kanan memproduksi sel telur, insha allah masih bisa hamil"

Hari operasi pun tiba, gue mesti masuk ruang bersalin, kumpul sama ibu-ibu yang mau melahirkan. jadi tiap hari denger suara bayi terus. sebelum operasi, malamnya minum obat pencahar dulu dan puasa, karena operasi di bagian perut maka perut harus di cuci bersih dulu (alias dikosongkan) jadi besok pagi pas operasi perut sudah kosong. selain perut harus kosong, rambut di daerah kemaluan juga harus di cukur. karena nanti akan di sayat tepat di atas kemaluan. 


kurang lebih posisi sayatan seperti ini


sekitar jam 8 pagi perawat datang ke kamar dan bawa gw ke ruang operasi, sebelumnya keluarga di minta untuk menandatangani surat persetujuan untuk tindak operasi. this is my first time experience masuk ke ruang bedah, udah kaya di film film, buka semua yang melekat di badan dan hanya di tutup sehelai kain. menuju meja operasi gw sempat melewati beberpa orang, mungkin tim dokter yang akan ikut dalam operasi. 

sampai di meja operasi ada satu dokter yang memperkenalkan dirinya sebagai dokter spesialis anestesi. sepertinya dia dokter yang tugasnya membius pasien yang akan di operasi. dia lalu bertanya apa agama gue, setelah gue jawab islam, dia minta gue ikut apa yang dia bilang, sambil suntik obat bius, dia pandu gw baca doa  “Hasbunallah wani’mal-wakîl, ni’mal-mawlâ, wani’man-nashîr" 


Artinya: "Cukuplah Allah tempat berserah diri bagi kami,  sebaik-baik pelindung kami, dan sebaik-baik penolong kami".
and i felt like lost consciousness, alias tidak sadarkan diri. entah apa yang di perbuat para dokter di meja operasi, bener bener tidak terasa, bahkan merasakan mimpi pun tidak kalau tadi gw seperti tidur waktu dibius. yang gw inget dan tahu ketika sadar, gue udah di kamar rawat inap lagi.. 

proses operasi memang tidak terasa tap ternyata pasca operasi baru terasa, perut bagian bawah sakit kalau ada tekanan, misalnya waktu lagi bersin, batuk or even ketawa, akan terasa nyeri di bagian yang di sayat or operasi. 

berhubung operasi besar dan di daerah perut, jadi gw belum bisa makan dan minum kalau belum buang angin. beda orang beda lagi dia bisa buang angin cepet or lama, untuk gw lama banget hampir 2 hari lebih itu angin belum keluar, and gw belum bisa makan n minum, semua asupan cairan dan makanan dari selang infus. segala cara dilakukan untuk bisa kentut. dari gerak ke samping kanan and kiri, nungging, di olesin banyak minyak kayuputih dsb, akhirnya masuk hari ketiga, gw kentut juga, gw beneran kegirangan dah kaya nungguin lahiran, bokap gw langsung ucap syukur and manggil perawat info klo angin gw udah keluar.. hahahahah

abis kelar urusan kentut. sekarang urusan belajar jalan lagi, ternyata sakit untuk pertama tama. ya maklum hampir 4 hari bener2 tergolek di tempat tidur dan gak gerak. setiap pagi dokter dateng untuk cek kondisi kita. 

dokter bilang hasil tes patologi Kista gw itu jenis kista ovarium patologis dermoid. yaitu jenis kista dengan sel abnormal yang paling umum terjadi pada wanita berusia di bawah 40 tahun. Kista ini dapat mengandung semua jenis jaringan manusia, misalnya rambut, darah, lemak, tulang, kulit, serta gigi. Hal ini dapat terjadi karena kista ini berasal dari sel yang belum berkembang menjadi sel telur. Sel ini mempunyai kemampuan untuk berubah menjadi sel jaringan tubuh apapun. Kista dermoid umumnya tidak ganas, tapi dapat berkembang dan membesar hingga berdiameter 20 cm sehingga harus diangkat dengan proses operasi.

sesuai dengan kesaksian bokap gw setelah operasi, dokter kasih liat ke bokap kista yang diangkat itu kata bokap sih sebesar kepala bayi. dan setelah di belah di teliti, didalamnya ada rambut, ada tulang, tekstur kista seperti agar-agar, mengandung cairan. jenis kista ini menurut dokter sudah ada sejak gw masih bayi, tapi berkembang besar seiring dengan gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat. 

kurang lebih 7 hari di rawat di rumah sakit, dua minggu setelah itu kontrol ke rumah sakit lagi buat buka jahitan. alhamdulillah jahitannya rapih, bekasnya kasat mata. dokter menganjurkan usg bulan depan. USG di lakukan berkala dari sebulan sekali jadi 3 bln sekali terus 6 bln sekali dan setahun sekali. hal ini dilakukan untuk melihat perkembangan apakah kista muncul lagi atau tidak. terakhir USG mgkn 3/2 tahun lalu dan alhamdulillah hasil bagus.

setelah operasi sekarang haid tidak sesakit dulu, hanya periodenya tidak selama dulu, sekarang 3 hari juga sudah sedikit. kalau dulu bisa 5-7 hari masih keluar. 

untuk biaya operasi tidak ada, dikarenakan pada saat itu masih tanggungan dari kantor orang tua. tapi kemungkinan kalau bayar sekitar 20juta an pada tahun 2004 itu jumlah uang yang lumayan besar.